.:[Double Click To][Close]:.

Wednesday, April 20, 2011

Mengungkap Profil Pembunuh Legendaris Jack The Ripper


Pada tahun 1988, seratus tahun dari masa kejadian (1888), FBI pernah membeberkan dokumen mengenai profil pembunuh berantai legendaris, Jack The Ripper.

Dokumen itu adalah analisa berjumlah tujuh halaman yang mengungkapkan bahwa agen khusus John Dougla, yang memiliki reputasi dalam menjaring pembunuh, memberikan detil mengenai profil fisik dan psikologis mengenani Sang Perobek/The Ripper.
CTRL+KLIK untuk memperbesar.

Profil itu menggambarkannya sebagai pria yang sederhana, berpakaian rapi, pendiam, suka minum di tempat minum setempat dan tak berkeluarga.

Namun FBI menolak memastikan siapa atau nama sang pembunuh.

Agen khusus Douglas menulis, "Kami akan mencari seseorang dengan tinggi dan/atau berat badan dibawah atau diatas rata-rata. Yang memiliki masalah dengan berbicara, wajah dengan bekas luka, penyakit fisik, atau cidera.

Kami tidak berpikir tersangka sudah berkeluarga. Jika pun ia pernah menikah, kemungkinan dengan seseorang yang lebih tua darinya dan pernikahan itu tidak berlangsung lama.

Ia tidak pandai bersosial dan bertemu dengan orang-orang dan mayoritas hubungan seksualnya dengan lawan jenis secara luas adalah dengan prostitut (PSK)."

Ia melanjutkan, "Pelaku tidak terlihat tak biasa. Namun, pakaian yang ia kenakan saat melakukan kejahatannya bukanlah pakaian sehari-harinya. Ia tidak ingin para wanita prostitut itu curiga dan menunjukkan bahwa dia punya banyak uang…

Ia berasal dari keluarga dimana ia dibesarkan oleh ibu yang mendominasi dan ayah yang lemah dan pasif. Dan tampaknya, ibunya suka mabuk-mabukan dan menikmati berhubungan dengan banyak pria.

Sebagai hasilnya, ia tidak mendapatkan perawatan yang konsisten dan kontak dengan sosok teladan dari orang dewasa yang stabil."

Douglas mencatat bahwa latarbelakang keluarga yang labil ini menyebabkan tumbuhnya sosok pembunuh di dalam dirinya dari kemarahan pada masa-masa mudanya, menjadikannya tertutup dan menyalurkan kefrustasiannya melalui perbuatan keji dan merusak.

Ia menduga bahwa sang pelaku suka menjalani pekerjaan dimana ia bisa sendirian dan menggali khayalan-khayalan mengerikannya bahwa ia adalah seorang tukang daging atau asisten pengelola pemakaman.
Sang agen FBI menulis, "Dia mungkin dikenal sebagai orang yang pendiam, penyendiri, pemalu, menarik diri, penurut, dan rapi dalam hal penampilan dan pekerjaan.

Dia minum di pub-pub setempat dan setelah beberapa saat minum, dia menjadi lebih rileks dan membuatnya lebih mudah untuk melakukan percakapan. Dia tinggal atau bekerja di area Whitechapel."

5 "korban kunci" Jack The Ripper

Meskipun total ada 11 pembunuhan oleh Jack The Ripper, pembunuhan wanita PSK Mary Ann Nichols, Annie Chapman, Elizabeth Stride, Catherine Eddowes dan Mary Jan Kelly disebut sebagai lima kasus kunci karena sama-sama terjadi di area kecil Whitecpael di London.

Selain profil Jack The Ripper, dokumen itu juga termasuk profil para korban, tindak kriminal dan analisa TKP, ciri dan karakter pelaku dan pola kebiasaan sebelum dan setelah serangan.

Semua tenggorokan korban dipotong dan beberapa organ dalam diambil termasuk uterus dan jantung.

Douglas menjelaskan karakter para korban wanita: "Dalam setiap pembunuhan, sang korban adalah PSK dengan reputasi peminum berat. Kedua komposisi ini menempatkan korban dalam kategori 'resiko tinggi'.

Seorang wanita PSK yang mabuk berat berarti mencari masalah. Kami mencurigai bahwa ada banyak contoh yang menunjukkan wanita-wanita ini diserang secara fisik, diperkosa dan dirobek.

Korban-korban Jack The Ripper tertarget sebab mereka mudah dijangkau. Jack The Ripper tidak harus memulai kontak. Karena sudah dilakukan sendiri oleh sang PSK. Ini adalah hal yang penting dalam kasus semacam ini."

Agen khusus Douglas berkata ia yakin The Ripper minum-minum dulu sebelum melakukan aksinya.

Setelah itu dia kembali ke area yang aman untuk membersihkan darah dari tangannya dan noda tanah di pakaiannya.

Ia juga tidak percaya bahwa Jack bunuh diri setelah melakukan aksi terakhirnya, tapi hanya sekedar menghentikan kegiatan membunuhnya setelah polisi melakukan sejumlah wawancara yang membuktikan keberadaan The Ripper.

Agen khusus Douglas pun meninggalkan laporannya menggantung, tanpa memberikan nama yang spesifik dari sang pembunuh.

Website Polisi Metropolitan menyatakan, "Cukup untuk dikatakan tersangka-tersangka utama lebih sedikit dari yang kita percayai dari para penulis.

Dan untuk menyusutkannya pada hanya yang disangka paling kuat oleh banyak opsir polisi, kita hanya punya empat tersangka."

4 tersangka utama yang diduga sebagai "Jack The Ripper."

Mereka adalah Aaron Kosminski, Montague John Druitt, Michael Ostrog dan Dr Francis J. Tumblety.

Dokter Ratu Victoria, William Whitey Gull juga dicalonkan sebagai sang pembunuh karena usahanya untuk menutupi skandal sex melibatkan Duke of Clerence (Pangeran Eddy, cucu Ratu Victoria yang menikahi gadis penjaga toko bernama Crook, yang kemudian melahirkan anak yang dititipkan pada Mary Kelly, korban terakhir dari Jack The Ripper).

Identitas asli Jack The Ripper masih menjadi misteri.

Douglas menambahkan dalam laporannya, "Dia bisa jadi tidak akan gentar atau marah jika dituduh secara langsung atas pembunuhan-pembunuhan itu.

Jack The Ripper percaya pembunuhan-pembunuhan itu adalah tindakan yang tepat dan dia hanya mengambil hal-hal yang mudah membusuk - yaitu orang-orang yang seperti sampah (sampah masyarakat)."

Ada sebuah petikan menarik dari misteri Jack The Ripper yang saya petik dari buku Misteri Besar Yang Tak Terjawab - Jilid 5 terbitan Alice Saputra Communications Co..

Setelah pembunuhan Mary Kelly, koran-koran mempublikasikan  gambar menurut deskripsi teman Mary Kelly yang melihatnya bersama seorang klien pada malam kematiannya.

Ia berkata pria itu mempunyai tinggi sekitar 150 cm, berusia sekitar 35 tahun dan berpakaian bagus, dan ia memiliki rantai jam emas yang menggantung dari saku rompinya.

Mary terdengar berbincang dengan pria itu. "Apakah kau tak apa-apa mendengar apa yang sudah kuberitahukan padamu?"  pria itu bertanya. "Tak apa-apa, sayang," jawab Mary, sambil menggandengnya. "Ikutlah, kau akan merasa nyaman."

Beberapa jam kemudian seorang penjual kastanye bakar melihat seorang pria dengan ciri-ciri sama, mengenakan jubah panjang dan topi sutra, dengan kumis tipis yang melengkung ujung-ujungnya. Memberikan kesan tak menyenangkan, ia membawa tas hitam, yang kemungkinan berisi perlatan bedah untuk merobek korban-korbannya.

Pria itu bertanya pada si penjual kastanye, "Apakah Anda mendengar bahwa telah terjadi pembunuhan lagi?"

"Ya," jawab si penjual kastanye.

"Saya tahu lebih banyak tentang pembunuh itu daripada Anda," kata pria misterius itu sambil berjalan menjauh.

No comments:

Post a Comment