.:[Double Click To][Close]:.
Showing posts with label Harry Potter. Show all posts
Showing posts with label Harry Potter. Show all posts

Sunday, July 17, 2011

Rumah Masa Kecil JK Rowling Dijual Seharga Rp5 Milyar!

Rumah masa kecil JK Rowling dijual dengan harga sekitar Rp5 milyar! Lengkap dengan pintu tingkap, lemari dibawah tangga dan bahkan coretan yang dibuat sang penulis saat ia remaja.

Rowling, 45 tahun, menuliskan namanya dengan cat di jendela kamarnya yang bertuliskan:

'Joanne Rowling slept here circa 1982 - Joanne Rowling pernah tidur disini tahun 1982'

yang ia buat saat berusia 17 tahun.

Rumah itu berada dalam Church Cottage dalam daftar Frade II di pedesaan Tutshill, Gloucestershire - yang juga nama sebuah tim Quidditch di novel Harry Potter - bersama ibunya Anne, ayahnya Peter dan saudarinya Diane. Ia tinggal di rumah itu dari usia 9 hingga 18 tahun.


Rumah pondok batu itu diduga ikut memberikan inspirasi dibalik novel seri laris Harry Potter.

Sebut saja lemari dibawah tangga seperti dimana Harry dipaksa tinggal oleh paman dan bibinya dalam novel.



Juga ada sebuah pintu tingkap yang mengarah pada gudang bawah tanah yang menyeramkan, mirip seperti dimana Harry mencari batu bertuah dalam novel pertama.

Arsitektur gothic yang nampak pada rumah itu mirip seperti gambaran Hogwarts dan memiliki kebun pondok yang indah, termasuk petak tanaman seperti dalam kelas Herbology Profesor Sprout dalam cerita.



Pemiliknya saat ini adalah Julian Mercer, seorang produser BBC, yang membeli rumah berkamar tidur tiga buah itu dari keluarga Rowling pada tahun 1995 dan kini ia ingin menjualnya.

Dia menjaga lukisan tangan di jendela JK Rowling itu dengan tidak mengecatnya setiap kali ia mendekorasi kamar tersebut.

"Ini pondok yang sangat bagus. Lumayan kecil tapi memiliki arsitektur yang menakjubkan dan kebun indah di sekelilingnya. JK Rowling tinggal disini selama usia sekolahnya dan bisa jadi mendapatkan inspirasi dari pondok ini."

JK Rowling pindah untuk belajar bahasa Perancis dan studi Klasik di Universitas Exter sebelum menjalani studi di Paris danpindah ke London untuk bekerja bagi Amnesty International.

Orangtuanya terus tinggal di pondok itu sampai ibunya Anne meninggal dunia setelah 10 tahun melawan sclerosis ganda dan ayahnya kemudianmulai menyewakan rumahnya.

Rowling juga mengambil nama desa Tutshill dalam novelnya dengan menamai salah satu tim Quidditch dengan nama Tutshill Tornadoes.

Mercer awalnya tidak mengenal nama di jendela itu, tapi selalu menyisakannya saat mengecat jendela itu. Barulah beberapa tahu kemudian novel pertama Harry Potter muncul dan mereka melihat kemiripan nama penulisnya dengan nama di jendelanya.

Tuesday, June 28, 2011

Emma Watson Sempat Naksir Pada Draco Malfoy

Emma Watson, 21 tahun, mengaku naksir berat pada Tom Felton, pemeran Draco Malfoy selama dua film pertama Harry Potter saga.


"Dia adalah gebetan pertamaku," Watson berkata pada majalah Seventeen. "Dia tahu kok. Kami membicarakannya, kami masih menertawakan hal itu. Kami berteman baik sekarang."

Sementara Felton, 23 tahun, saat ini tengah berpacaran dengan Jade Olivia.

Emma mengakui bahwa dia tidak pandai dalam urusan kencan. "Aku tidak sabaran. Itu salah satu sifat burukku," katanya.


"Teman-temanku selalu bilang padaku aku harus berusaha keras untuk mendapatkan cowok yang aku suka karena aku biasanya cuma bilang, 'Aku suka kamu, yuk jalan.' Tapi teman-temanku bilang, 'Jangan seperti itu! Kau harus nempel terus sama cowok itu.'"

"Itu mimpi buruk," dia berkata."Aku tidak pernah memikirkan hal itu."

Monday, June 13, 2011

Emma Watson: Kehidupan Setelah Harry Potter

Bintang Harry Potter saga, Emma Watson tampil mempesona di sampul majalah Vogue.

Dalam wawancara, bintang berusia 21 tahun itu berbagi kisah hidupnya setelah 'terlepas' dari dunia Harry Potter. Dia ingat suka berbagi nasehat seputar hubungan dengan Daniel Radcliffe. "Kami suka membantu sama lain mengirim pesan kepada taksiran kami."


Emma mengatakan peran Hermione tidaklah sulit dimainkan, sebab karakternya mirip dengan karakter aslinya.

"Hermione sangat dekat dengan diriku sebenarnya sehingga aku tidak perlu melakukan riset untuk peran itu. Aku menemukan kembali arti sebenarnya menjadi aktris."


Ia menambahkan, "Aku merasa selama 10 tahun terakhir berjuang untuk mendapatkan pendidikan. Ini merupakan perjuangan yang sangat berat bagiku. Akulah yang paling bikin repot Warner Bros. Akulah yang sering menjadi konflik kalau soal jadwal. Akulah yang membuat hidup menjadi sulit."


Namun belakangan ia rela mengambil cuti salama satu atau dua semester dari Brown University tempat ia berkuliah pada bulan Maret demi membantu mempromosikan perilisan film kedua Deathly Hallows dan sekaligus film terakhir Harry Potter saga.

Bersama teman-teman kampusnya saat semester pertama di Brown University

Ia berharap bisa kembali kuliah musim gugur tahun ini.

Friday, June 3, 2011

Ternyata Daniel Radcliffe Perokok Berat


Daniel Radcliffe terlihat tengah merokok rokok lintingan buatan rumah, kebiasaan yang mungkin justru akan dihindari Harry Potter.

Aktor berusia 21 tahun ini berdiri di sebuah sudut jalan di New York, mengenakan jaket kulit hitam dan merokok sambil mendengarkan iPod.

Tapi sebotol minuman vitamin dalam pelukannya menunjukkan ia juga peduli pada kesehatannya.

Dua tahun lalu Radcliffe terpaksa menyangkan bahwa dia merokok ganja, setelah gambar-gambar yang menunjukkannya tertawa sambil merokok tokok lintingan pada sebuah pesta larut malam.


Jurubicaranya mengatakan pada waktu itu, "Daniel memang merokok rokok lintingan biasa, tapi tidak lebih dari itu."

Sang aktor mengekspresikan ketidaksukaannya pada narkoba, mengatakan, "Aku sudah mengenal banyak orang-orang hebat dan masih menjaga image anak-anak di mata dunia. Aku tidak suka pakai narkoba."

Namun Radcliffe memang dikenal sebagai perokok. Dilaporkan bahwa sang aktor menjadi perokok berat sejak akhir masa remajanya.

Saat ini ia tengah menyiapkan tahap akhir promosi film Harry Potter yang terakhir. Harry Potter And The Deathly Hallows: Part 2 akan mengikuti bagian pertamanya yang dirilis November tahun lalu.

Radcliffe juga menikmati suksesnya di Broadway, dimana ia membintangi drama How to Succeed in Business Without Really Trying.

Sunday, November 14, 2010

Middlebury Routs Tufts For Quidditch World Cup

Story and photos by Tony Mangia

On Sunday, under the night lights of a Hell's Kitchen park in New York City, Middlebury College defended it's title in the fourth Quidditch World Cup by defeating Tufts University 100-20.  In a sport where the the most prominent pieces of equipment are brooms, it was fitting for Middlebury to sweep seven games over two days to win the Quidditch World Cup.

The whimsical sport, made popular by the beloved series of Harry Potter books and movies, was played by 40 participating high school and college teams in DeWitt Clinton Park on the west side of Manhattan.  Teams from schools like Yale, NYU, St. Lawrence, U Mass and Pittsburgh entertained a few thousand fans who filled the park for two days.


The weekend's festivities came right before next weekend's release of Part 1 of the the final chapter "Harry Potter and the Deathly Hallows." 


The complicated game mixes a combination of dodgeball, basketball, soccer and a little rugby into a fast moving sport. Players pass a ball and toss it through one of the opponent's three hoops to score ten points--all while holding a small broom between their legs.  In the books, contestants actually fly like witches.  If you can get past the sight of young adults hopping around with broom sticks between their legs, it actually looks like a really fun game and it's a lot more physical than that other broom sport--curling.


The co-ed teams play for about 20 minutes and the action is fast and rough.  The first aid tent was treating a lot of scraped knees and elbows, but an EMT said there were a few iced sprains too.

Teams with names like the "Violet Hipster Horcruxes" and the "Butterbeer Broooers" field 7 players from a roster of 20.  Headbands are mandatory. The game features player positions like "seekers', "beaters," and "keepers" who try and grab the "snitch"--a small purple sock in the waistband of a neutral player dressed in bright gold.  The snitch runner is probably the best athlete on the field because he is constantly running away from his pursuers or wrestling them to the ground.  He whizzes around the 30x 40 meter field like a canary after a couple of Four Lokos.


Even for someone unfamiliar with J.K. Rowlings' fantastically popular books about the young wizard, and doesn't know a Muggle from a huddle or thinks Quidditch is a specialty sub at Quizno's, the game still has appeal.  There are currently over 500 college and 300 high school teams in leagues all over the country, so it's getting attention.

Middlebury College, where the real life version of Quidditch originated in 2005, is like the New York Yankees of the game.  They are big and fast and were heavy favorites going into Sunday's game. Kate Olen, a returning chaser on last year's championship team was optimistic but cautious before the title game. "Tufts has a good finesse game," she said, "But this is the first time we ever played them, so we'll find out." Peyton Manning couldn't have been more diplomatic.

Even with the growing popularity of Quidditch, it's nice to see the simplicity of it.  From the trophies constructed of gold and silver painted paper plates and cups to the hula hoops held onto poles with duct tape, everything rings backyard fun.  Even the out-of-the-box remarks from the game announcer--a snide reference to computer software or a nod to liberal politics (look at the schools)--and pop-culture exclamations about a rough play over the loudspeaker are erudite. "They (the players) are like extras in a Jackie Chan movie!" is just one verse of his color commentary.

The booming event manages to stay as innocent as most of the youthful characters at Hogwarts.  No drug testing here and no Cam Newtons either.  They even have their version of the Heisman, the "Mansnel Award" for good sportsmanship.

I have seen the future sports star and he wears a headband and carries a small straw broom.   The sport's fans have top SAT scores and MBA's in their futures and they yell "Get the Snitch" from the stands.  Players who get yellow or red penalty cards are "sent to the hoops."  Maybe in the future, when either a bored Harvard or Yale genius kicks around some crazy idea one night, those brooms will fly.

Saturday, August 21, 2010

Metamorfosis Trio Harry Potter

Sebagian dari kita mungkin tumbuh bersama trio Harry Potter, Hermione Granger dan Ron Weasly sebagai karakter-karakter utama di franchise Harry Potter. Dan sebentar lagi, sedihnya, kita harus segera berpisah dengan dunia sihir-menyihir rekaan penulis J.K. Rowling itu.

10 tahun yang lalu, tepatnya 2000, Harry Potter and The Philosopher's (Sorcerer's) Stone dirilis dan sekarang, installment ke-7 sekaligus terakhirnya yang berjudul Harry Potter and The Deathly Hallows dibuat menjadi dua bagian yang dirilis masing-masing tahun ini dan 2011.

Selama waktu yang menyita hidup itu, Daniel Radcliffe, Emma Watson dan Rupert Grint tumbuh dari anak-anak kecil imut menjadi bintang-bintang tenar dan tentu saja, bayaran yang tinggi.

Mari kita simak gambar-gambar metamorfosisnya. Seberapa besar perubahannya?

1st

2nd

3rd

4th


5th


6th

Beyond
'Hairy' Potter
Pixie Hermione
Rupert Grint on the set of Deathly Hallows

Bagaimana menurut kamu?

Thursday, August 5, 2010

Emma "Hermione" Watson Potong Cepak

Setelah menyelesaikan franchise Harry Potter selama 10 tahun, Watson memulai awal yang baru dengan potongan rambut cepak yang terlihat lebih segar. Gaya rambut baru ini juga bisa jadi terpengaruh oleh pacarnya yang penyanyi band rock One Night Only, George Craig yang baru jadian tahun lalu saat kampanye Burberry.


Setelah menyelesaikan shooting Harry Potter and The Deathly Hallows I & II, dia kembali ke New York dimana dia kuliah di Brown University. "Aku sempat takut waktu akan masuk ke Brown (University) ... Aku takut orang akan berpikir, 'Kau terkenal. ... Kau tak berhak hidup normal.'"

Menunggu taksi bersama teman

Tuesday, August 3, 2010

Siapakah Gadis Misterius Yang 'Jalan' Bareng Daniel Radcliffe?


Pasangan itu terlihat tersenyum dan tertawa saat menuju toko dekat rumah Daniel Radcliffe di London Barat.

Gadis misterius itu juga bersama "Harry" saat menonton pertandingan kriket di Oval di London Selatan, dan juga saat perayaan ulangtahun Radcliffe di St. Petersburg.

Satu-satunya gadis yang diketahui pernah berpacaran dengan aktris Irlandia Laura O'Toole, 25 tahun. Pasangan itu bertemu November 2007 saat pertunjukan Equus (dimana mereka tampil bugil) di Ujung Barat London, tapi hubungan itu kemudian berakhir.


Radcliffe juga pernah digosipkan sebagai gay, mengatakan pada saluran MTV baru-baru ini: "Kalu orang mau mengatakan itu, mereka bisa saja. Tapi aku tidak. I'm straight."

Dia pernah mengatakan: "Gadis-gadis yang ingin kencan denganku hanya karena aku terkenal bukan masalah bagiku."

Siapakah gadis misterius ini? Ada yang tahu?

Thursday, July 29, 2010

Harry Potter and The Goblet of Vodka: Ultah Daniel Radcliffe ke-21 di St Petersburg



Selama 10 tahun Harry Potter mendominasi pekerjaannya dan kehidupan sosialnya. Sekarang saat memfilmkan instalmen terakhir dari franchise laris itu berakhir, tampaknya Daniel Radcliffe benar-benar menikmati kebebasannya.

Sang aktor, yang memiliki 'harga' £42 juta merayakan ultah ke-21 bersama dua orang teman di St Petersburg, Rusia.


Bicara tentang liburannya ke Rusia minggu belakangan ini, dia berkata, "Ini fantastis. Aku berada di St Petersburg untuk merayakan ulangtahunku, yang mungkin tempat yang paling indah, luarbiasa, dan menakjubkan yang pernah kukunjungi selama hidupku."


Radcliffe bakal mulai akting lagi Oktober depan -- berperan sebagai pengacara di film horor Woman In Black.

Friday, July 10, 2009

'HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE' Cinta Segitiga Harry Potter

Pemain: Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, Michael Gambon, Jim Broadbent, Alan Rickman, Tom Felton, Bonnie Wright“Years ago, I knew a boy who made all the wrong choices. His name was Tom Riddle. Today, the world knows him by another name…, Voldemort!”Kalimat itu diucapkan oleh Kepala Sekolah Sihir Hogwarts paling terkenal, Albus Dumbledore (Michael Gambon), saat menjalani tugas barunya