.:[Double Click To][Close]:.
Showing posts with label india. Show all posts
Showing posts with label india. Show all posts

Tuesday, May 31, 2011

Himbauan Terhadap Wanita India Untuk Mengurangi Percakapan Di Telepon Seluler

Komisi Negara Punjab bagi Wanita telah mencanangkan sebuah himbauan yang aneh bagi para wanita India, yang langsung menuai protes terutama dari pasangan-pasangan yang baru menikah.

Wanita diperingatkan untuk jangan terlalu lama berbicara melalui telepon seluler dengan alasan agar suami mereka tidak cemburu!

Brosur yang kontroversial itu situlid di Punjabi dan menekankan pentingnya untuk fokus pada masalah dalam negeri (apapun itu) dan membatasi waktu yang dihabiskan di telepon dengan orang lain selain pasangan.

Ini juga ditujukan pada keluarga mertua/ipar masing-masing untuk mengurangi komunikasi dengan pasangan agar mereka bisa lebih bahagia.

Peringatan ini dipicu oleh komplain yang meningkat berhubungan dengan kekerasan dalam negeri, godaan seksual dan perselisihan antar keluarga dikarenakan isteri yang terlalu sering menggunakan telepon.

Para wanita India merasa ini seperti hinaan yang tak beralasan.

Neelam Mansingh Choudary
"Ini sungguh himbauan yang sangat aneh dan sama sekali bukan solusi untuk menyelamatkan pernikahan siapapun. Setiap hubungan dibangun atas kepercayaan dan himbauanini justru menanamkan kecurigaan dalam pikiran pria-pria dan wanita muda. Ini mengesankan bahwa setiap wanita suka bermaksiat dan setiap pria pencuriga, dan itu sangat aneh," kata Neelam Mansingh Choudary, seorang aktris Punjabi terkemuka yang juga mengajar di universitas Punjabi.

Punjab tidak begitu berkembang seperti bagian-bagian lain di India, dan tempat itu terkenal atas sikapnya yang tidak toleran terhadap wanita dan ratio jenis kelamin yang menyimpang. Sensus pada tahun 2011 menyatakan ada 893 wanita dan 1,000 pria. Area ini juga dikenal sebagai tempat "pembunuhan martabat" dalam beberapa tahun belakangan.

Nampaknya otoritas yang menekan para wanita ini tak akan berlangsung lama. Sebab wanita modern memiliki kekuatan yang sangat besar yang entah bagaimana tak disadari oleh pihak-pihak berwenang Punjab.

Tuesday, February 15, 2011

Cari Jodoh Virtual Ala India

Biwihotohaisi.com adalah sebuah website India dimana para bujangan bisa mendapatkan masa percobaan dengan tipe isteri yang diinginkan. Idenya seperti mencoba menyetir sebelum membeli motor.

Di website ini ada empat tipe istri virtual: istri rumahan yang rajin, suka mengatur, terobsesi pada belanja dan nonton sinetron, atau bankir ambisius yang hemat.


Setelah memilih, para bujangan kemudian menunggu panggilan telepon otomatis dari calon istri virtualnya, tujuannya untuk membantu mereka memutuskan kapan saatnya untuk mencari istri sungguhan.

Bharat Matrimony, pencipta situs tersebut berharap para bujangan itu akan melanjutkan ke langkah selanjutnya dengan mendaftar di website utama untuk menemukan isteri sungguhan.

Thursday, June 10, 2010

Kaku dan Lal Hawa

Kaku tinggal di sebuah desa kecil bernama Chotti Dadi, India. Desa kecil itu memiliki sebuah sekolah. Setiap hari Kaku harus berjalan dari pondok kecilnya ke ujung desanya untuk sampai ke SD dekat sumur desa. Dalam perjalanannya ke sekolah, dia melalui sawah-sawah hijau, danau dan tanah Ram Lila tua. Semua temannya, Jhunjhunu yang pengkhayal, Pinaki yang penuh semangat atau Tachi yang suka bicara, tidak suka berjalan ke sekolah.

Tapi Kaku suka berjalan ke sekolah. Dia mendapatkan seorang teman baru dalam perjalannya. Panas maupun hujan, Kaku akan berjalan ke sekolah. Ibunya sangat senang karena Kaku sangat suka sekolah. Dia tidak tahu tentang teman barunya yang BESAR. Kaku tidak pernah memberitahu siapapun. Tak ada yang tahu mengapa dia suka berjalan melewati sawah-sawah, danau dan tanah Ram Lila tua menuju sekolahnya. Kaku ingin menyimpan rahasia tentang temannya. Dia pikir teman-temannya akan menertawakannya.

Setiap pagi Kaku bangun sebelum ayam jago tetangga berkokok. Kaku sudah siap dengan seragam sekolahnya, menunggu dengan tak sabar kotak bekalnya. Begitu dia mendapatkan idlis nasi dan chutney kelapa favoritnya, dia langsung berlari pergi. Kaku berangkat dari rumah pada jam setengah tujuh pagi untuk menemui temannya, yang dia panggil Lal Hawa.

Saat dia melintasi sawah, suara chuk-chuk halus menyapanya. Kaku begitu senang saat dia mendengar Lal Hawa datang. Kaku tahu dia bisa melihat Lal Hawa paling jelas dari sebuah bukit lumpur kecil dekat danau. Saat suara chuk-chuk itu semakin keras Kaku berjalan lebih cepat. Dia tahu triknya. Setiap suara chuk-chuk terdengar dari Lal Hawa, Kaku akan melangkah cepat-cepat melewati sawah menuju danau.

Kaku tahu kapan Lal Hawa akan bersiul dengan cepat dan bersemangat. Kaku tahu, Lal Hawa mengatakan "Halo" dalam bahasanya saat dia bersiul. Kaku bersiul membalas, menyambut Lal Hawa.

Dia berlari melaewati sawah menyuarakan chuk-chuk-chuk-chuk-kuuuuu..... Saat dia tiba di danau, dalam sesaat, mesin besar itu mendatanginya. Saat Lal Hawa muncul, angin kencang mulai bertiup. Rambut Kaku berkibaran sampai poninya menempel di matanya. Seragamnya ikut berkibar seperti layangan di langit pagi.

Berdiri di bukit kecil itu, Kaku melihat Lal Hawa menjadi lebih besar dan lebih besar. Dalam hitungan detik, Lal Hawa menutupi seluruh langit biru saat ia bergerak menuju Kaku. Anak itu melompat gembira. Dia bertepuk tangan dan melambai saat Lal Hawa ber-chuk-chuk melewatinya. Dia melambai sampai akhir. Tangan-tangan tak dikenal melambai balik dari jendela-jendela Lal Hawa. Saat pandangan Kaku mengikuti kereta merah itu, dia melihat tangan-tangan kecil melambai padanya. Dia berlari mengikuti Lal Hawa melambai balik pada tangan-tangan kecil.

Kaku tak percaya seberapa cepat Lal Hawa bisa berlari. Dia yakin Lal Hawa memiliki roda-roda ajaib. Dalam beberapa detik Lal hawa bisa melewatinya dan desa kecilnya.

Kaku senang bertemu Lal Hawa setiap hari. Dia suka warna merah, roda-rodanya yang cepat, jendela-jendela yang melambaikan tangan dan suara chuk-chuk-nya, saat ia bergerak.

Kaku berdoa setiap malam agar Lal Hawa berhenti di desanya sekali saja.

Suatu hari dia bertanya pada gurunya di sekolah apakah Lal Hawa akan berhenti di Chotti Dadi. Gurunya tertawa keras dan memberitahunya bahwa desa mereka terlalu kecil untuk Lal Hawa yang besar dan hebat. Merasa kecewa, Kaku memutuskan untuk bertanya pada Amma, ibunya, pertanyataan yang sama. Di sore hari, Amma berkata, "Kaku, seperti keinginanmu untuk bertemu Lal Hawa, dia juga ingin sekali berhenti suatu hari dan bertemu denganmu." Kaku memeluk Amma dan menciumnya.

Kaku membuat rencana besar agar suatu hari Lal Hawa berhenti di Chotti Dadi. Kaku bermimpi terbang diatas Lal Hawa yang melaju cepat. Dia membayangkan dia melambai pada Amma, Jhunjhunu, Pinaki, Tachi dan gurunya. Dia juga akan menyediakann tiga idlis setiap hari untuk tangan-tangan kecil yang melambai padanya dari Lal Hawa.

Tapi Lal Hawa tidak pernah berhenti. Setiap hari, Lal Hawa berlalu dengan cepat melewati danau desa, meninggalkan Kaku di bukit lumpur kecil. Dia harus memakan idlis-nya sendirian. Melihat Kaku sedih, suatu hari ibunya menyuruh teman-temannya untuk berjalan ke sekolah dengan Kaku. Kaku tahu dia akan rindu melihat Lal Hawa karena teman-temannya berjalan ke sekolah lewat jalan pintas. Kaku bertanya pada Amma apakah dia bisa berjalan ke seklah sendirian saja untuk satu hari lagi, dan melihat Lal Hawa untuk yang terakhir kali. Amma menyetujui, dan menjelaskan pada Kaku bahwa ketika dia besar nanti dia bisa pergi ke stasiun besar di kota dan bertemu Lal Hawa.

Pagi berikutnya, angin segar menyambut Kaku saat dia berjalan ke sekolah. Dia pergi melelwati sawah-sawah hijau, danau desa dan tanah Ram Lila tua. Kaku berjalan pelan. Dia sedih. Hari ini adalah hari terakhirnya dia akan melambai pada Lal Hawa. Saat dia berjalan, dia mendengar dari jauh suara Lal Hawa..., chuk-chuk-chuk. Kaku mulai berjalan lebih cepat. Seperti biasanya, dia mulai berlari mengikuti suara Lal Hawa dan mulai bersiul "Kuuuu..." seperti siulan Lal Hawa.

Dia bisa melihat Lal Hawa yang besar dan luarbiasa muncul saat dia mencapai bukit kecil. Dia cepat dan merah. Kaku melihat lebih dekat dan berdoa bahwa Lal Hawa, teman kesayangannya, akan berhenti. Angin yang bertiup sangat kencang setiap kali Lal Hawa datang, tiba-tiba berhenti. Kaku tidak percaya apa yang dilihatnya. Dia mengerjab-ngerjabkan matanya. Itulah saat dia mendengar suara berisik dari desanya. Semua orang berlari menuju Lal Hawa, berteriak dan bersorak-sorai. Dia bisa melihat gurunya, Amma, Tachi, jhunjhunu, Pinaki dan penjaga rel tua berjalan cepat kearah Lal Hawa. Lal Hawa berhenti di Chotti Dadi dan menunggu Kaku menemuinya.

Lal Hawa bersiul keras, Kaku tertawa dan bersiul membalas. Dengan cepat, dia memungut kotak bekalnya dan memanjat masuk Lal Hawa. Dan, kemudian, seolah-olah dia memang sudah lama menunggu Kaku, Lal Hawa ber-chuk-chuk lagi. Suara chuk-chuk pelan menjadi lebih cepat dan saat Amma baru muncul, Lal hawa terbang dengan roda-roda ajaibnya dengan Kaku didalamnya. Amma tersenyum. Dia meneteskan airmata melihat Kaku begitu bahagia. Dari sebuah jendela, Kaku melambai ke semua orang. Lal Hawa terbang bersama Kaku!


Friday, April 30, 2010

Seorang Yogi Tidak Makan-Minum Selama 70 Tahun!!

Seorang pria India yang sudah berusia 82 tahun mengaku tidak makan dan minum selama 70 tahun. kemampuan Prahlad Jani bertahan tanpa makanan dan minuman menarik perhatian Militer India untuk menelitinya.

Kini Prahlad Jani berada di ruang isolasi sebuah Rumah Sakit di Ahmedabad, Gurjarat dan diawasi ketat oleh tim dokter. Jani sudah berada di rumah sakit itu selama 6 hari tanpa makan dan minum, dan dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda Jani mengalami kelaparan dan dehidrasi.

Prahlad Jani mengaku telah meninggalkan rumah sejak umur 7 tahun dan hidup sebagai pengembara Sadhu atau orang suci di Rajasthan. Jani disebut sebagai breatharian yang dapat hidup sendiri secara spiritual.

Jani meyakini hidupnya telah ditopang oleh seorang dewi yang menuangkan ramuan gaib melalui langit-langit mulutnya. Pengakuan Jani ini didukung oleh seorang dokter India yang ahli dalam bidang studi tentang orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural.

Pihak militer India tampaknya tertarik untuk mempelajari ilmu Prahland Jani dan berharap bisa diterapkan pada anggota pasukannya atau pada korban bencana sebelum bantuan tiba.

"Jika klaim itu bisa diverifikasi, itu akan menjadi terobosan dalam ilmu kedokteran," kata Dr G. lavazhagan, Direktur Ilmu Fisiologi & Ilmu Terpadu, Institut Pertahanan. "Kita bisa mendidik masyarakat tentang teknik-teknik bertahan hidup dalam kondisi buruk dengan sedikit makanan dan air atau tidak sama sekali" tambahnya

Di India memang sudah menjadi hal yang umum bagi umat Hindu menjalankan puasa tanpa makan dan minum bahkan selama delapan hari penuh. Secara teori, manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa makan dan minum selama 50 hari.