.:[Double Click To][Close]:.

Saturday, July 17, 2010

Makhluk Psikis

Vardogr

Erkson Gorique belum pernah mengunjungi Norwegia, tetapi dia terjun dalam bisnis impor dan di tahun 1955 memutuskan dia harus pergi ke Oslo untuk menjajaki kemungkinan mengimpor keramik dan gelas dari Norwegia. Oleh karena itu, di bulan Juli dia naik pesawat ke Oslo dan segera pergi ke hotel terbaik.

"Saya senang melihat Anda sudah sampai, Pak Gorique," kata petugas di meja resepsion setelah dia mendaftarkan namanya. "Senang melihat Anda kembali lagi." 

Gorique terkejut. "Tetapi saya belum pernah kemari," katanya. "Anda pasti keliru mengenali saya sebagai orang lain."

Kali ini petugas itu yang merasa heran. "Tetapi, tuan, tidakkah Anda ingat? Hanya beberapa bulan yang lalu Anda mampir memesan tempat dan berkata bahwa Anda akan datang sekitar waktu ini di musim panas. Nama Anda...yah...tidak biasa. Itulah sebabnya saya kira, saya mengingatnya."

"Ini tidak mungkin," jawab Gorique. "Ini pertama kalinya saya mengunjungi tempat ini!"

"Kalau begitu saya pasti keliru, tuan," kata petugas itu, menyadari bahwa dia tidak mempunyai dasar yang kuat. "Maafkan saya."

Hari berikutnya, Gorique pergi untuk bertemu dengan agen pedagang besar, Pak Olsen.

"Aduh, Pak Gorique!" Olsen memberi salam dengan senyum yang hangat. "Saya senang melihat Anda bisa kembali. Saya memang berharap Anda kembali lagi, karena kunjungan Anda beberapa bulan yang lalu, karena keadaan mendesak, terlalu singkat. Amat singkat, pak."

Gorique sekarang benar-benar bingung dan menceritakan kepada Olsen alasannya. Untunglah, Olsen memastikan: kembaran psikis, katanya, bayangan yang mendahului rekannya yang terdiri dari daging dan darah, bukannya hal yang jarang terjadi, dan Pak Gorique disarankan untuk tidak usah waspada secara berlebihan. Di Norwegia, katanya, hal seperti itu disebut Vardogr, pelopor, dan tidak dianggap terlalu serius.

Reaksi Pak Erkson Gorique terhadap berita menentramkan ini tidak tercatat. (F.S. Edsall, The World of Psychic Phenomena, pp. 12-13)

Fenomena ini serupa dengan doppelganger dan Psychological Archetypes yang diteorikan oleh Carl Jung.

Makhluk Pikiran

Makhluk pikiran ada dalam berbagai bentuk. ada populasi yang luarbiasa dari wujud serupa kehidupan yang menghuni dunia mimpi. Dan ada teman bermain khayalan meyakinkan, kadang-kadang dalam waktu lama, yang diciptakan anak-anak bagi mereka sendiri. Hal ini belum menyertakan penglihatan, yang dilaporkan, berupa kumpulan binatang liar yang dipicu oleh obat-obatan dan alkohol. Kejadian ini semuanya subyektif dan tidak dilihat oleh orang lain.

Akan tetapi, ada bayangan yang melakukan penampakan kepada publik. Beberapa dikatakan adalah kembaran yang dapat diketahui -- pasangan roh halus -- dari orang hidup yang sedang mengalami pengalaman di luar badan (astrofisik). Bahkan yang lebih misterius lagi adalah perwujudan eksternalisasi yang dapat dirasakan dalam pikiran penciptanya dengan kebajikan dari kekuatan luarbiasa orang tersebut dalam konsentrasi, visualisasi, dan usaha pikiran yang lain, lebih merupakah ilmu sihir. Di Tibet, tempat hal seperti itu dipraktekkan, hantu dari jenis ini disebut tulpa.

Tulpa biasanya dihasilkan oleh tukang sihir atau yogi terampil, walaupun dalam beberapa kasus dikatakan dibangkitkan dari imajinasi kolektif dari penduduk desa yang percaya pada takhayul, atau pengelama yang melewati semacam jalur seram dari negeri itu. Suatu tulpa, kata orang Tibet, mungkin kadang-kadang demikian kuat sehingga menghasilkan kembarannya sendiri, dikenal sebagai yang-tul, dan ini dapat, pada gilirannya, menghasilkan kembaran tingkat tiga, nying-tul. Jarang ada ahli yang mampu menciptakan perwujudan berganda seperti ini dan biasanya dijumpai di antara orang suci penganut agama Budhha, atau disebut bodhisattvas (bodhi=pikiran, sattva=makhluk). Beberapa mampu menghasilkan 10 jenis tulpa berbeda. Ini tampaknya termasuk makhluk yang dapat bergerak -- apakah manusia, binatang, atau supernatural -- dan makhluk yang muncul dalam mimpi siapapun yang ingin ditolong oleh bodhisattva.

Alexandra David-Neel

Sedikit orang barat yang mempunyai peluang untuk menyeldiki apa sebenarnya cerita orang Tibet aneh yang garis besarnya diceritakan diatas. Salah seorang yang melakukannya adalah sarjana dan pengelana orang Perancis Alexandra David-Neel, yang menghabiskan 14 tahun di Tibet dan mempelajari doktrin Tantric Budhhisme dengan sejumlah lama terkemuka. Satu-satunya lama perempuan pada waktu itu, dia dihormati secara luas karena kontribusinya untuk memahami pemikiran orang Tibet. Kemudian dia menerbitkan dua cerita mengenai pengalamannya di negara terpencil dan sedikit diketahui itu. Uraian berikut dari pengalamannya sendiri dengan tulpa diambil dari bukunya Magic and Mystery in Tibet:

Di samping mempunyai beberapa peluang untuk melihat bentuk pikiran, kebiasaan saya tidak percaya membawa saya untuk melakukan percobaan untuk diri sendiri, dan usaha saya berhasil... Saya memilih, untuk percobaan saya, karakter yang paling tidak signifikan: seorang paderi, pendek dan gemuk, dari tipe dengan wajah tidak berdosa dan penggembira.
Saya mengurung diri dalam tsams [tempat mengasingkan diri untuk meditasi] dan melanjutkan untuk melaksanakan konsentrasi pikiran yang diuraikan dan ritual yang lain. Setelah beberapa bulan bayangan paderi tadi terbentuk. Bentuknya perlahan-lahan tumbuh menjadi tetap dan tampak seperti hidup. Dia menjadi semacam tamu, tinggal di apartemen saya. Kemudian saya menghentikan pengasingan diri dan memulai tur, dengan pelayan dan tenda.
Pendeta itu menyertakan diri dalam rombongan. Walaupun saya tinggal di tempat terbuka, mengendarai kuda selama beberapa mil sehari, ilusi itu tetap bertahan. Saya melihat trapa [calon pendeta] gemuk, kadang-kadang saya tidak perlu memikirkannya agar dia tampak. Bayangan itu melakukan berbagai tindakan yang biasa bagi para pengelana dan bahwa saya tidak memberi perintah. Misalnya, dia berjalan, berhenti, melihat ke sekeliling. Ilusi itu nyata, tetapi kadang-kadang saya merasa seperti ada jubah yang membelai diri saya dengan lembut sekali dan sebuah tangan menyentuh bahu saya.
Sifat-sifat yang saya bayangkan, ketika membentuk bayangan saya, perlahan-lahan berubah. Teman yang gemuk, dengan pipi montok ini semakin ramping, wajahnya menjadi samar-samar tampak mengejek, licik dan keji. Dia menjadi lebih menimbulkan masalah dan kasar. Singkatnya, dia membebaskan diri dari kendali saya.
Sekali, seorang gembala yang membawa hadiah mentega bagi saya melihat tulpa itu dalam tenda saya dan menganggapnya seorang lama yang hidup.
Saya seharusnya membiarkan fenomena itu mengikuti jalannya, tetapi kehadiran teman yang tidak dikehendaki itu mulai terbukti melelahkan syaraf saya; dia berubah menjadi "mimpi buruk di siang bolong". Di samping itu, saya...[sedang pergi] ke Lasha..., jadi saya memutuskan untuk menghilangkan bayangan itu. Saya berhasil, tetapi baru setelah enam bulan berusaha keras. Makhluk pikiran saya adalah kehidupan yang keras kepala.


No comments:

Post a Comment