.:[Double Click To][Close]:.
Showing posts with label Ilmuwan. Show all posts
Showing posts with label Ilmuwan. Show all posts

Saturday, June 25, 2011

Ecci, Robot Pertama Di Dunia Yang Memiliki Otot Dan 'Belajar Dari Kesalahan'

Ecci adalah robot pertama yang memiliki jaringan otot dan tendon, serta kerangka yang membantunya bergerak layaknya manusia. Semuanya terbuat dari bahan plastik yang dikembangkan secara khusus.

Ia juga memiliki otak yang mampu mengoreksi kesalahan-kesalahannya.


Dikembangkan oleh sebuah tim ilmuwan di Universitas Zurich, Ecci adalah singkatan dari Eccerobot. Ecce adalah kata Latin untuk Behold ("lihatlah [betapa bagusnya]").


Robot ini menggunakan serial motor elektrik untuk menggerakkan kumpulan tendon yang saling terhubung. Sebuah komputer ditempatkan di otaknya sehingga ia mampu belajar dari kesalahan-kesalahannya.

Misalnya, jika gerakan yang ia buat membuat dirinya tersandung atau menjatuhkan suatu barang, maka informasi tersebut tersimpan dan dianalisa di otaknya untuk menghindari ia mengulangi kesalahan yang sama.

Para ilmuwan berharap robot ini dapat mengawali generasi baru robot-robot yang dapat digunakan sebagai organ tubuh buatan di masa depan.

Rolf Pfeifer, direktur laboratorium untuk kecerdasan buatan di Universitas tersebut mengatakan, "Ini membuka banyak kesempatan namun secara khusus ini akan membantu kita memahami lebih baik bagaimana rumitnya saat tubuh manusia menggerakkan barang-barang. Jika kita dapat membuat tangan robot seperti tangan manusia maka itu membuka semua jenis kemungkinan bagi organ tubuh buatan. Itu juga berarti sebuah robot yang bergerak seperti manusia dapat mengatasi beberapa pekerjaan yang membutuhkan tangan manusia."

Para ilmuwan telah mengerjakan proyek jutaan pound ini selama tiga tahun dengan dana yang disediakan secara terpisah oleh perusahaan swasta dan juga dua juta euro dari dana EU.

Saat ini tim tengah berencana menghadirkan versi lengkap Ecci dalam jangka dua bulan kedepan.

Sunday, June 19, 2011

Ilmuwan Mengembangkan Protein Yang Dapat Membuat Manusia Memancarkan Laser Bilogis

Laser sudah ada sejak tahun '50-an tapi masih digunakan secara tradisional dengan dua cermin di dua sisi yang dikenal dengan gain medium, materi yang memperkuat cahaya, misalnya kristal.

Penelitian terbaru mengganti materi yang biasa digunakan dengan sel ginjal manusia yang disuntikkan dengan protein khusus yang disebut green fluorescent protein (GFP), materi yang membuat ubur-ubur dapat mengeluarkan cahaya.


Saat peneliti menembakkan cahaya biru lemah ke arah GFP, dia mulai memancar hingga mencapai sisi lain yang dapat diamati dari luar.

Penemuan ini dibuat oleh profesor Seok-Hyun dan koleganyaMalte Gather di Wellman Center for Photomedicine di RS Umum Massachusetts, AS.

Yun mengatakan penelitian mereka adalah "laporan pertama dari laser bilogis yang sukses berdasarkan satu sel hidup. Meskipun satu laser bergetar hanya beberapa nano detik, tapi cukup terang untuk dideteksi dan memberikan informasi berguna yang bisa memberikan kita cara-cara baru untuk menganalisa jumlah besar sel nyaris secara instan."


"Kemampuan untuk menciptakan cahaya laser dari sumber bikompatibel yang ditempatkan di dalam tubuh seorang pasien bisa berguna untuk terapi fotodinamika, dimana obat-obatan diaktifkan dengan mengaplikasikan cahaya, atau bentuk baru pencitraan."

Gather menambahkan, "Bagian dari motivasi proyek ini hanyalah keingintahuan ilmiah dasar. Sebagai tambahan untuk merealisasikan substansi bilogisnya tidak memainkan peran utama dalam laser, kami hanya berpikir apakah ada alasan fundamental mengapa cahaya laser tidak dapat terjadi di alam atau mungkinkah kita bisa menemukan cara untuk menciptakan laser dari substansi biologis ataupun organisme hidup."

Wednesday, June 15, 2011

Goy: Kambing Transgender Yang Menghasilkan Susu ASI

Jika Cina mencoba menghasilkan ASI dari sapi, ahli genetika di Australia sengaja menciptakan kambing transgender agar menghasilkan susu seperti manusia.

Kambing-kambing yang terlahir adalah kambing betina dalam tubuh kambing jantan, lengkap dengan anatomi tubuh pejantan.

Perusahaan yang memprakrasai hal tersebut ingin mengetahui apakah susu yang dihasilkan memiliki protein yang sama dengan susu yang dihasilkan manusia, dengan niat suatu hari dapat menjualnya.

Kambing-kambing itu disebut 'goys' sebagai hasil kombinasi 'girl' dan 'boy' dan 15 ekor telah berhasil dilahirkan di fasilitas penelitian di New Zealand.

Kritik langsung melayang atas tindakan ini dan meminta agar program pengembangbiakan ini dihentikan. Mereka menyebut para ilmuwan 'bermain menjadi Tuhan'.

Mereka juga ditanya sola bahayanya jika kambing-kambing itu lepas dan DNA mereka tersebar ke kolam gen yang lebih luas.

AgResearch mengatakan 75% kambing yang lahir di fasilitas di Hamilton adalah trasgender. Semua pejantannya telah disterilkan untuk tidak dapat berkembang-biak.

Total ada 15 ekor 'goy' dan salah satunya sejauh ini telah memproduksi susu pada usia enam bulan.

Steffan Browning, seorang pejabat dari Departemen Kesehatan dan Pertanahan New Zealand yang baru-baru ini mengunjungi fasilitas tersebut, mengatakan ia ingin menutup program itu secepatnya karena ia mempertimbangkan resiko kontaminasi dengan kambing-kambing normal.

Namun Dr Jimmy Suttie, jendral manajer biosains terapan AgResearch menegaskan, "Kami sangat serius dalam memahami etika memperlakukan hewan di AgResearch. Semua eksperimen yang kami lakukan diawasi oleh dokter hewan dan komite etika hewan, dan mereka sama sekali tidak khawatir terhadap apa yang kami lakukan."

Thursday, June 9, 2011

Antimateri Berhasil Ditempatkan Selama 16 Menit

Ilmuwan telah berhasil menempatkan anti-materi, substansi misterius yang digunakan sebagai senjata pemusnah massal dalam novel karya Dan Brown.

Peneliti di CERN, rumah bagi Large Hadron Collider, telah membotolkan antimateri pada 2010, menjaga atom-atomnya tidak terpecah walau hanya satu detik.



Namun CERN kini telah berhasil menempatkan materi yang terbuat dari hidrogen itu selama 16 menit, 5,000 kali lebih lama dari percobaan sebelumnya.


Dalam penelitian disebutkan bagaimana percobaan ALPHA di CERN menciptakan sebuah botol magnetik, sebuah magnet super-konduktif, yang menahan antiatom-antiatom dari kontak dengan dinding-dinding botol, untuk menempatkan antihidrogen itu.


Ilmuwan menjaga antimateri itu selama hitungan menit di lab selama hampir 10 tahun tapi mereka berusaha untuk memperpanjang waktunya sebab antimateri akan langsung hancur jika ditempatkan secara konvensional.


Ilmuwan penelitian Prof. Makoto Fujiwara mengatakan, "Kami telah menahan atom-atom antihidrogen selama setidaknya 1,000 detik. Itu hampir sama dengan lamanya satu periode pertandingan hoki! Ini sangat berpotensi sebagai cara baru dalam penelitian antimateri."

Dalam novel dan film Angels & Demons karya Dan Brown, diceritakan sebotol antimateri dicuri dari CERN oleh sebuah perkumpulan rahasia, yang kemudian mengancam untuk menggunakannya sebagai senjata pembunuh massal.

Setengah gram saja dari antimateri bisa menghancurkan dengan kekuatan 20 kali ledakan Hiroshima! Namun CERN mengatakan itu akan membutuhkan waktu triliunan tahun untuk membuatnya seberat itu saja.

CERN juga menyebutkan bahwa antimateri sangat aman. "Akan sangat berbahaya jika kami bisa membuat beberapa gram saja, tapi itu akan memakan waktu triliunan tahun."

Thursday, May 19, 2011

Selangkah Lebih Dekat Menuju Mesin Pembaca Pikiran

Sebuah mesin pembaca pikiran yang bisa menampilkan gambar mental sudah selangkah lebih dekat setelah para ilmuwan memecahkan sinyal-sinyal otak yang berhubungan dengan visual.

Para peneliti dari Universitas Glasgow menunjukkan gambar-gambar dari enam relawan yang menampilkan emosi yang berbeda-beda seperti kebahagiaan, ketakutan dan terkejut.

Dalam rangkaian percobaan itu, bagian-bagian gambarnya hanya menampilkan mata atau mulut.

Partisipan kemudian diminta untuk mengidentifikasikan emosi yang ditampilkan sementara elektroda diletakkan di kulit kepala yang mengukur gelombang otak relawan.

Para ilmuwan bisa menunjukkan bahwa gelombang otak yang ditunjukkan bervariasi berdasarkan bagian wajah yang sedang dilihat.

Gelombang 'beta' dengan frekuensi 12 hertz membawa informasi tentang mata, sementara 'theta' dengan frekuensi 4 hertz berhubungan dengan mulut.

Informasi ini juga diuraikan oleh fase, atau waktu, dari gelombang otak, dan juga sedikit oleh amplitudo atau kekuatan gelombangnya.

Profesor Philippe Schyns yang memimpin studi itu, mengatakan, "Ini seperti mengakses sebuah channel TV rusak. Sebelumnya, kami dapat mendeteksi sinyalnya tapi tidak bisa menyaksikan isinya; sekarang kami bisa.

Bagaimana otak mengkodekan informasi visual yang memungkinkan kita untuk mengenali wajah dan adegan peristiwa masih merupakan misteri."

Ia juga mengatakan studi ini mengungkapkan bahwa otak terbagi dalam pola-pola gelombang otak yang berbeda untuk mengkodekan fitur-fitur visual yang berbeda-beda.

"Ini memiliki potensi besar dalam pengembangan antarmuka komputer-otak."

Saturday, January 15, 2011

Ilmuwan Jepang "Berternak" Bakteri Cerdas

Bakteri mampu menyelesaikan masalah-masalah logika. Konsep kerja mereka sama seperti menyusun puzzle atau menyatukan kotak-kotak permainan Sudoku. Ini mengindikasikan bahwa mereka bisa dilatih.

Tim penelitian yang dipimpin Ryo Taniuchi melakukan percobaan melibatkan 16 jenis bakteri yang disusun dalam sebuah sangkar dengan warna-warna dan angka-angka identik. Masing-masing koloni (menjadi) memiliki karakteristik genetis yang serupa, tergantung pada tipe sel apa yang dibawanya dalam kotak puzzle itu.

"...Kami tertarik pada manfaat rekombinasi (pertukaran besar informasi genetik) bisa berperan selama kehidupan. Kami menyelidiki keuntungan yang diberikan rekombinasi itu pada penciptaan keragaman genetik baru dan perlindungan yang diberikannya untuk melawan akumulasi mutasi yang mengganggu...," ungkapTaniuchi.

Bakteri merespon pada salah satu dari empat warna untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan sebuah kelas enzim yang berguna untuk rekombinasi DNA. Enzim-enzim ini mentransmit pesan tentang lokasi dan warna bakteri yang berada di kotak yang berbeda.

Informasi genetik yang tersimpan dalam "pesan-pesan" ini mencegah bakteri untuk membedakan diri dan menjadi berwarna sama seperti bakteri pengirim pesan. Dengan demikian, ilmuwan bisa mengamati pola saat bakteri yang berbeda mengenali jalur warna apa yang harus diambil untuk menyelesaikan soalnya.

Karena itulah, saat Anda meninggalkan toilet umum, jangan lupa memberi salam pada kawan-kawan kecil kita yang cerdas.

Tuesday, January 11, 2011

Airmata Wanita Menurunkan Kadar Seksualitas Pria

Ilmuwan menemukan bahwa airmata emosional manusia mengandung lebih banyak protein daripada airmata biasa (yang melindungi mata). 

Percobaan dilakukan pada 24 orang pria dengan mencobakan air garam dan airmata dari 3 relawan wanita. Kedua cairan itu diteteskan hingga mengalir di pipi ketiga wanita itu, untuk mengontrol jika ada aroma lain pada kulit atau keringat mereka.

Tak satupun pria yang bisa membedakan antara kedua sampel tersebut. Kemudian mereka ditunjukkan foto-foto wajah wanita dan disuruh menilai apakah merasakan kesedihan atau ketertarikan seksual.

Hasilnya, meski tidak ada yang merasa 'lebih sedih', tetapi kadar testoseron mereka menurun.

Eksperimen kedua adalah dengan membuat 50 relawan pria menonton video klip yang membuat depresi.

Lagi, percobaan ini tidak membuat para pria menjadi lebih sedih tetapi menurunkan peningkatan seksual mereka.

Sebagai eksperimen terakhir, mereka mengulang eksperimen mencium airmata kepada 16 pria yang disituasikan didalam sebuah mesin pengimaji resonansi magnetik (fMRI). Mesin itu menunjukkan pola-pola darah mengalir di otak, yang menjelaskan aktivitas otak.

Maka cukup dapat dipastikan, airmata yang mereka cium menurunkan aktivitas di area yang dikenal berperan dalam peningkatan seksual. Area itu termasuk hypothalamus, sebuah struktur sebesar kacang almond diatas batang otak, gyrus kiri, yang terletak di permukaan sisi kiri otak.

"Airmata mengandung protein yang juga terdapat di bawah lengan (ketiak)," kata Charles Wysocki, seorang psikobiologis di Monell Chemical Sense Center di Philadelphia. "Di bawah lengan mereka mengikat zat-zat kimia yang kami suda terlibat dengan komunikasi kimiawi, jadi cukup mungkin bahwa protein-protein ini yang ditemukan dalam airmata bekerja dengan cara yang serupa."

Saturday, August 21, 2010

Bulan Mengecil

Jari-jari Bulan telah berkurang sampai dengan 100 meter selama 800 juta tahun terakhir. Para ahli percaya bahwa retakan yang disebut 'lobate scarp' itu tercipta oleh pecahnya kulit rapuh bulan karena pendinginan interiornya.

Retakan serupa pertama kali terlihat pada foto yang diambil di dekat ekuator Bulan oleh astronot Apollo. Empat belas lobate scarp baru kini telah diidentifikasi oleh wahana Lunar Reconnaissance Orbiter, peneliti melaporkan dalam jurnal Science. 

Mereka ditemukan terutama di dataran tinggi. Para ahli percaya bahwa retak diciptakan oleh Pecahnya kulit rapuh lunar saat Bulan mengecil - sebuah proses yang tampaknya geologis baru-baru ini. 

"Salah satu aspek yang luar biasa dari scarp (=lereng) bulan adalah usianya yang jelas masih baru," kata Dr Thomas Watters, dari Smithsonian Institution di Washington DC.

Selama misi Apollo di tahun 70an, dimana para astronot mendeteksi sejumlah gempa dan Dr Watters percaya hal itu disebabkan hal yang baru ditemukan ini.


Lobate scarp juga telah ditemukan di planet lain dalam tata surya kita, termasuk Merkurius, di mana mereka jauh lebih besar. 

Dr Watters menambahkan: 'Lobate scarp pada Merkurius dapat lebih tinggi mil dan menjalankan ratusan mil."

Monday, May 10, 2010

Ilmuwan Akan Ciptakan Matahari Di Bumi

Ilmuwan akan membuat matahari di bumi dalam beberapa bulan ke depan dengan menggunakan laser terbesar di dunia berukuran tiga kali lapangan sepak bola Amerika.

Laser di Lawrence Livermore National Laboratory di California ukurannya kurang lebih sama dengan tiga lapangan football Amerika, dan mereka yang bertugas di laboratorium tersebut tidak bercanda ketika mereka mengatakan akan menciptakan matahari kecil dalam beberapa bulan ke depan.



Proyek tersebut disebut National Ignition Facility yang akan menemukan sumber rahasia dari produksi energi yakni fusi nuklir, reaksi energi tinggi yang secara teoritis akan menghasilkan energi tidak terbatas bagi kemanusiaan.

Laboratorium berharap bisa membelah cahaya menjadi 192 cahaya kecil, lalu menembak mereka dalam target kecil terbungkus emas yang bahkan lebih kecil dari kuku jari.


Panas dari laser akan meleburkan isotop menjadi satu dalam sebuah reaksi 100 juta derajat Celcius, lima kali lebih panas dari inti matahari.

Ada potensi bahaya radioaktif ringan, tetapi laboratorium membungkus fasilitas dengan dinding beton dengan ketebalan sekitar 2 meter.


Tetapi jika penggabungan isotop berhasil hasilnya sangat luar biasa, matahari kecil tersebut akan mengeluarkan energi yang cukup untuk menyuplai energi ke seluruh bumi.

Maka dari itu, sekitar tenaga 200 triliun per detik bisa dikeluarkan. “Fusi energi merupakan sumber energi paling fundamental di alam,” ujar Manajer Proyek Bruno Van Wonterghem.


Jika sukses, laboratorium berharap proyek yang telah berjalan selama 5 tahun akan mengantarkan keluaran energi yang bisa digunakan selama 20 tahun. “Ada sesuatu yang bisa diceritakan kepada anak dan cucu nantinya,” ujar Van Wonterghem.

Monday, August 24, 2009

LOGO GOOGLE HARI INI ; 400th Anniversary of Galileo's Telescope

Sejak tahun 2002 Google sudah memberikan penghormatan kepada beberapa tokoh besar dunia dan hari-hari bersejarah dengan membuat logo khusus yang menggambarkan tentang tokoh tersebut dalam logo Google yang ditampilkan pada hari yang berhubungan dengan hari kelahiran atau kematian dari dan hari bersejarah lainnya dari tokoh-tokoh tersebut.Seperti halnya hari ini Google memperingati 400th

Sunday, May 17, 2009

FENOMENA INGATAN (2)

Sejak revolusi teknologi semakin merasuk dalam kehidupan kita, sistem ingatan ditantang untuk menyesuaikan diri dengan tingkat perubahan yang semakin cepat. Bagi orang awam, ini berarti akan dihadapkan pada tugas untuk mengingat semakin banyak informasi dari pada sebelumnya, sejak nomor telepon PIN ATM, dan mekanisme sistem komunikasi, hingga bahasa atau istilah baru yang mendefenisikan teknologi